Berlomba Lomba di Hadapan ALLAH,
Bukan Manusia
![]() |
Assalamu’alaykum Wr. Wb.
Gamana nih sobat kabarnya ..
Udah lama juga nih saya nggak posting di blog ini .. hehehe
Kali ini saya akan memposting hal yg baru baru ini terjadi pada saat ini,
Apa itu? tentang PROKLAMASI, ya Proklamasi. Tapi saya tidak akan membahas bagaimana dulu Indonesia merdeka, atau perjuangan dulu para pahlawan. Saya tidak akan bahas hal tersebut, karena saya yakin sudah banyak yang tau, hehehe.
Udah lama juga nih saya nggak posting di blog ini .. hehehe
Kali ini saya akan memposting hal yg baru baru ini terjadi pada saat ini,
Apa itu? tentang PROKLAMASI, ya Proklamasi. Tapi saya tidak akan membahas bagaimana dulu Indonesia merdeka, atau perjuangan dulu para pahlawan. Saya tidak akan bahas hal tersebut, karena saya yakin sudah banyak yang tau, hehehe.
Saya disini akan membahas perjuangan bangsa Indonesia di masa sekarang dalam hal memeringati Proklmasi Kemerdekaan. Tapi juga bukan dari segi politik lho. Hehehe…
Hmm.. oke jangan lama lama, langsung aja pada inti permasalahannya.
Mungkin temen sudah tau, bahwa zaman sekarang memperingati
proklamasi kemerdekaan dengan acara lomba. Entah lomba apapun itu.
Dan yang akan saya bahas sekarang adalah tentang perlombaan yang bersangkutan dengan islam. Seperti lomba pidato, lomba CCQ (Cerdas cermat Quran), MTQ, dakwah, nashid, dll.
Yang perlu ditanyakan adalah, untuk apasih lomba-lomba tersebut diadakan? Apakah untuk sensasi? Apakah untuk pamer? Apakah untuk mendulang prestasi sendiri (bukan Umat)? Atau untuk membentuk generaasi muda yang islami?
Hmm… saya yakin tujuan awalnya adalah membentuk generasi pemuda muslim yang berakhlak islami.
Dan yang akan saya bahas sekarang adalah tentang perlombaan yang bersangkutan dengan islam. Seperti lomba pidato, lomba CCQ (Cerdas cermat Quran), MTQ, dakwah, nashid, dll.
Yang perlu ditanyakan adalah, untuk apasih lomba-lomba tersebut diadakan? Apakah untuk sensasi? Apakah untuk pamer? Apakah untuk mendulang prestasi sendiri (bukan Umat)? Atau untuk membentuk generaasi muda yang islami?
Hmm… saya yakin tujuan awalnya adalah membentuk generasi pemuda muslim yang berakhlak islami.
Tapi bagaiamana fenomena sekarang? Justru tujuan tersebut
tidak terjadi dalam perlombaan itu, khususnya dalam hal penjurian pada lomba
tersebut. Dalam penjurian khususnya lomba pidato (Ceramah), yang dinilai bukan “apakah
nantinya umat yang mendengarkan ceramahnya itu bisa mengerti atau tidak, apakah
benar isinya (Sesuai Al-Quran dan As-Sunnah), apakah itu pas yang
diperbincangkan dengan audience”. Tapi lebih kepada penampilan, suaranya,
gerakan sang peserta lomba. Bahkan, yang
sangat mengiris hati adalah adanya permainan politik dalam hal itu.
Oke, sekarang gini, simple aja. Apakah menjadi seorang da’I itu harus juara 1 lomba pidato? Apakah
menjadi ahli tafsir Al-Quran harus juara 1 CCQ? Apakah menjadi Khothib dan Imam
Sholat harus juara 1 MTQ dan Juara 1 Dakwah? Tentu tidak, zaman Nabi pun tidak
ada hal seperti itu. Lalu apa yang ada di zaman Nabi dulu? Yaitu pendidikan.
Maksudnya? Umat muslim pada saat itu di didik oleh Nabi untuk menjadi seorang
Pendakwah.
Contoh dalam suatu riwayat, Nabi menyuruh sahabat berdakwah
diluar kota Madinah, padahal baru beberapa ayat yang disampaikan oleh nabi
kepada sahabat tersebut.
Lalu apakah mengikuti lomba itu salah? Tidak salah, jika
nianya untuk berdakwah.
Karena Perintah dari Allah adalah “Berlomba-lombalah
dalam hal kebaikan” Berlomba-lomba bukan berarti mengikuti lomba CCQ, Pidato
dll. Tapi berlomba lomba dalam hal ibadah, berlomba-lomba berdakwah dengan
langsung terjun ke masyarakat. Berlomba-lomba menjadi yang terbaik dihadapan
Allah bukan dihadapan manusia.
Tetapi masih boleh dong mengikuti lomba-lomba tersebut,
seperti pidato, dll? Boleh, tetapi disaat kita mengikuti lomba itu, sedikit
atau bnyak, pada umumnya ada rasa sombong di dalam dirinya, karena merasa
paling bisa di antara yang lain dalam urusan pidato, berdakwah dll, disamping
itu, banyak juga niatnya adalah bukan untuk Lillahi Ta’ala dan untuk berdakwah,
tapi untuk menjadi juara dihadapan manusia. Itulah resikonya jika tetap
mengikuti hal tersebut, akan adanya rasa sombong.
Padahal Nabi Muhammad SAW bersabda. “Jika di
dalam hatinya ada rasa sombong seberat zarrah pun, maka diharamkannya syurga”.
Nah, berarti sombong adalah salah satu dosa besar pula. Lha yang nggak ituk lomba aja sulit
menghilangkan rasa sobong itu, mau ikut lomba yang bernuansa islami.
Jadi kesimpulannya?
Berlomba-lombalah menjadi yang terbaik di hadapan Allah, dan jika mau
menjadikan pemuda muslim menjadi pemuda yang islami? TIRULAH CARA NABI,
yaitu dengan cara mendidik para pemuda itu menjadi pejuang Jihad Fii
Sabilillah.
Wallahu A’lam
Semoga Bermanfaat
Wassalamu’alaykum Wr. Wb.
Semoga Bermanfaat
Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

0 komentar:
Posting Komentar