Apakah benar Allah itu pencemburu? Iya. Mengapa? Karena ada sebuah hadits sahih Rasulallah SAW bersabda, “Kalian heran akan kecemburuan sa’d? Aku lebih pencemburu daripada dia dan Allah lebih penceburu daripada aku.” (HR. Al-Bukhari,Muslim,al-Darimi, dan Ahmad).Dalam hadits shahih yang lain, Rosulallah SAW bersabda, “Tidak ada yang lebi cemburu daripada Allah. Karena itu, Dia mengharamkan perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Tidak ada yang lebih menyenangi alasan daripada Allah. Karena itu, Dia mengirim para Rosul sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan. Tidak ada yang lebih menyenangi pujian daripada Allah. Karenaitu,Dia memuji diri-Nya sendiri.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, dan al-Tirmizi)
Pada dasarnya sifat cemburu berupa kebencian terhadap keburukan dengan sikap senang terhadap alasan yang menuntut adanya keadilan, kasih sayang, dan kebaikan sempurna. Meski begitu pencemburu, Allah senang kepada hamba-Nya jika memberikan alasan kepada-Nya. Dia menerima alasan hamba. Dan Dia tidak menghukum hamba-Nya kerena melakukan perbuatan yang membuat-Nya cemburu sebelum memberikan alasan kepada mereka. Oleh karena itu, Dia mengutus para Rasul dan menurunkan sejumlah kitab suci sebagai alasan dan peringatan. Inilah puncak kemuliaan, kebaikan, dan kesempurnan.
Wallaua’lam Bishshawab
Semoga dapat bermanfaat, Insyaallah
0 komentar:
Posting Komentar