Bahasan kali ini adalah bagaimana hukumnya jika seorang aktivis atau pejuang dakwah meminta upah dari dakwahnya? Mungkin tidak sedikit orang yang mengatakan kalau itu tentunya boleh boleh saja, kan seorang aktivis dakwah juga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Lalu bagaimana pendapat Al-Qur’an tentang ini? Sebenarnya tidak sedikit ayat yang Allah singgung tentang ini dalam Al-Qur’an. Mari kita simak firman Allah dalam QS. Al-An’aam ayat 90 yang artinya :
“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)." Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.”
Dan juga QS. Yusuf ayat 104 yang artinya :
“Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.”
Jadi, bagamana kesimpulannya?
Jika kita mengaku tat kepada Allah, tentunya kita harusnya melaksanakan perintah-Nya dong, apalagi sudah tertulis dalam Al-Qur’an, yang salah satunya tentang upah ini. Dan jika kita mengaku mencintai Rosulallah, tentunya dengan mengikuti sunnah Beliau dong. Beliau saja yang seorang Rosul, tidak meminta bayaran atau upah dari hasil dakwahnya. Dalam Al-Qur’an dijelaskan dalam QS. Shaad ayat 84 yang artinya : “Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da'wahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.”
Kalau begitu bagaimana seorang aktivis dakwah memenuhi kebutuhannya?
Kita lihat dan contoh Nabi Muhammad SAW yang memenuhi kebutuhannya dengan berdagang, begitupula dengan para sahabatnya. Sebenarnya jika kita memang yakin kalau Allah lah yang memberikan upah kita sebagai aktivis dakwah, tentunya bisa dari hasil usaha kita yang lain dong.
Allah berfirman : “Katakanlah: "Upah apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Saba' : 47)
[Yang dimaksud dengan perkataan ini ialah bahwa Rasulullah s.a.w. sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka. Tetapi yang diminta Rasulullah s.a.w. sebagai upah ialah agar mereka beriman kepada Allah. Dan iman itu adalah buat kebaikan mereka sendiri.]
Dan Allah SWT juga berfirman : “Atau kamu meminta upah kepada mereka?", maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezki Yang Paling Baik.” (QS. Al-Mu'minuun:72)
[Yang dimaksudkan upah dari Tuhan ialah rezki yang dianugrahkan Tuhan di dunia, dan pahala di akhirat.]
Wallahua’lam Bishshowab
Semoga bermanfaat, Insyaallah
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
0 komentar:
Posting Komentar