Jadi Cerdas

Menjadi Pemuda Cerdas

PERBUATAN MAKSIAT MENJADIKAN ALLAH LUPA??

Leave a Comment

Assalamu’alaikum Wr. Wb. sobat, Semoga Allah selalu Merahmati dan Memberkahi kita.
Dosa, tentunya semua orang tak terlepas dari dosa, termasuk para ulama’ ataupun kyai pasti mempunyai dosa dan pernah melalukan maksiat. Lalu, apa dampak dari maksiat? Pada hakekatnya, hanya Allah lah yang tahu dampak dari seluruh perbuatan maksiat. Beberapa diantara dampak dari maksiat adalah terhalangnya ilmu karena ilmu adalah cahaya yang Allah tanamkan didalam hati, sedangkan maksiat itu memadamkan cahaya.

Dan tahukah kalau maksiat dapat memanggil temannya? Apa maksudnya? Maksudnya adalah maksiat dapat mmenimbulkan perbuatan maksiat yang lain. Begitupula dengan perbuatan kebaikan yang dapat menimbulkan perbuatan baik yang lain pula. Dan akibat dari sebuat musibah  adalah dosa.
Mungkin kita sudah banyak mengikari nikmat yang Allah SWT berikan, dan ada 2 nikmat yang sering kita lupakan yaitu nikmat sehat dan waktu luang.
Dari Ibnu ‘Abbas Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412)
Nikmat yang sering kita lupa juga adalah nikat menjadi seorang muslim. Mungkin kita tidak bisa membayar nikmat yang Allah berikan, nikmat bernafas pun mungkin kita tidak bisa membayarnya  walaupun kita selalu beribadah kepadanya tanpa henti.
Perbuatan maksiat juga dapat menjadikan Allah lupa kepada kita, entah itu dipersempit rezekinya, ataupun dipersulit segala urusannya, ditimpakannya musibah ataupun tidak memberikan kesehatan dan memberikan waktu sibuk akan urusan dunia.
Ingatlah wahai sobat, murka Allah akan datang pada kita jika kita tetap melakukan perbuatan maksiat terus menerus dan menjadikan itu sebagai kebiasaan, atau mungkin belum sampai menjadi ahli maksiat/kebiasaan bermaksiat kepada-Nya. Allah memang Maha Pengampun, tapi bila kita bertaubat dan memohon ampun kepadaya dan kita merubah sikap kita menjadi seorang yang selalu membela agama Allah dan taat sepenuhnya kepada Allah dan Rosulallah SAW, justru itu lebih baik dari pada kita terus berbuat maksiat dan meyakini Allah Maha Pengampun tapi tidak memohon ampun kepada-Nya.

Wallahua’lam Bishshawab
Semoga bermanfaat, Insyallah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar